PENCIPTAAN MANUSIA DALAM AL-QUR'AN

EVOLUSI PADA MANUSIA DI PANDANG DARI SUDUT PANDANG AGAMA ISLAM (AL QUR’AN)


 


MAKALAH ILMIAH


Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan dalam Menyelesaikan
Mata Kuliah Evolusi


Oleh :
MUHAMAD HAMZAN
NIM. E1A 004 022



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2008
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ilmiah berjudul “evolusi pada manusia di pandang dari sudut agama islam (Al qur’an)”. Tidak lupa salawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan alam nabi besar Muhamad SAW yang telah membimbing umatnya dari zaman penuh kebathilan menuju zaman penuh berkah.
Dalam penulisan makalah ilmiah ini, penulis mendapatkan kontribusi dari berbagai pihak. Melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama penulisan makalah ilmiah ini. Namun, dengan segala keterbatasan penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ilmiah ini masih terdapat kekurangan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif guna penyempurnaan makalah ilmiah ini di masa yang akan datang.
Semoga makalah ilmiah ini bermanfaat bagi para pembaca, masyarakat luas dan bagi diri penulis khususnya, Amin.
Mataram, Juni 2008

  Penulis











DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL 
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
 1.1 Latar Belakang……………………………………………………………1
 1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………...1
 1.3 Tujuan…………………………………………………………………….2
 1.4 Manfaat…………………………………………………………………...2
BAB II DATA DAN PEMBAHASAN
 2.1 Asal-Usul Manusia Menurut Al Qur’an………………………………….6
 2.2 Tahapan Kejadian Manusia………………………………………………7
BAB III PENUTUP
 3.1 Kesimpulan……………………………………………………………...11
 3.2 Saran…………………………………………………………………….11
DAFTAR PUSTAKA














EVOLUSI PADA MANUSIA DI PANDANG DARI SUDUT AGAMA ISLAM (AL QUR’AN)
(Muhamad Hamzan)

ABSTRAK

Teori evolusi mengatakan bahwa makhluk hidup (manusia) berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan menjadi manusia seperti sekarang ini. Hal ini didasarkan pada berbagai penemuan ilmiah berupa fosil seperti jenis Pitheccanthropus dan Meghanthropus. Di lain pihak banyak ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut. Hal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama. Kedua pendapat ini tidak dapat disalahkan ataupun dibenarkan karena evolusi dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Namun sebagai orang yang beriman, kita tentunya harus mempercayai bahwa kehidupan di bumi ini termasuk manusia di dalamnya diciptakan oleh Allah SWT seperti yang dijelaskan dalam kitab suci Al qur’an 15 abad yang lalu. Hasil penelitian mutakhir zaman ini telah membuktikan kebenaran evolusi. Jadi tidak ada alasan bagi manusia untuk mengingkarinya.  












HUMAN EVOLUTION APPROACH FROM THE RELIGION OF ISLAM ( AL QUR'AN) ASPECT
(Muhamad Hamzan)

ABSTRACT
Evolution theory say that mortal (manusia) come from creature having simple ability and also form after that experience of evolution and become human being like this time. This matter is relied on various erudite invention in the form of fossil like type of Pitheccanthropus and of Meghanthropus. On the other aspect many ritualist opposing the existence of human being evolution process. This matter is relied on informations and newss found on holy book each religion saying that Adam is first human being. Both this opinion cannot be blamed or agreed because evolution seen from the aspect of different approach. But religious as one who, we it is of course have to trust that life under the sun is the including human being in it created by Allah of SWT such as those which explained in holy book Qur'An Al 15 last century. Result of recent research this epoch have proved the truth of evolution. Become [there] no reason of to human being to disobeying it.















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Diantara sekian banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian canggih, masih terdapat satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal usul kejadian manusia. Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa makhluk hidup (manusia) berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini. Hal ini diperkuat dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah berupa fosil seperti jenis Pitheccanthropus dan Meghanthropus.
Di lain pihak banyak ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut. Hal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama. Selain itu, sanggahan paling besar yang dihadapi teori evolusi terkait dengan evolusi pada manusia adalah hilangnya peran penciptaan oleh Tuhan yang maha esa, Allah SWT. 

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan diungkapkan penulis pada makalah ilmiah ini adalah : 
1. Bagaimana proses evolusi pada manusia menurut agama Islam (Al qur’an).
2. Termasuk dalam golongan manakah nabi Adam? Apakah golongan fosil yang ditemukan para ahli arkeologi atau golongan yang lain? Bagaimanakah keterkaitannya?




1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan proses evolusi pada manusia menurut agama Islam (Al qur’an).
2. Menjelaskan keterkaitan antara evolusi manusia menurut ilmu pengetahuan (sains) dengan fakta penciptaan nabi Adam oleh Allah SWT.

1.4 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari makalah ilmiah ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan pemahaman kepada para pembaca tentang proses evolusi pada manusia menurut agama Islam (Al qur’an).
2. Memberikan pemahaman tentang keterkaitan antara teori evolusi manusia menurut sains dengan fakta penciptaan nabi Adam oleh Allah SWT.
3. Sebagai bahan referensi untuk pembuatan makalah ilmiah selanjutnya.

















BAB II
DATA DAN PEMBAHASAN

2.1 Asal Usul Manusia Menurut Al qur’an

           •            
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud (QS. Al Hijr (15) : 28-29)
Kita sebagai umat yang mengakui dan meyakini rukun iman yang enam, maka sudah sepantasnya kita mengakui bahwa Al Qur’an adalah satu-satunya literatur yang paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan.
                   
Artinya : Kitab (Al Qur’an) in tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib..." (QS. Al Baqarah (2) : 2-3)
Dengan memperhatikan ayat tersebut maka kita seharusnya tidak perlu berkecil hati menghadapi orang-orang yang menyangkal kebenaran keterangan mengenai asal usul manusia. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki unsur utama yang dijelaskan dalam Al Qur’an yaitu Iman kepada yang Ghaib. Ini sebenarnya tampak pula dalam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka dalam menguraikan masalah tersebut yaitu selalu diawali dengan kata kemungkinan, diperkirakan, dsb. Jadi sebenarnya para ilmuwanpun ragu-ragu dengan apa yang mereka nyatakan.
2.2 Tahapan kejadian manusia :
1) Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah ditiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :
  •          
Artinya : Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (QS. As Sajdah (32) : 7)
       •  
Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS. Al Hijr (15) : 26)
Disamping itu Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalah surat Al Hijr ayat 28 dan 29 . Di dalam sebuah Hadits Rasulullah saw bersabda yang artinya :
"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan) dari tanah". (HR. Bukhari)
2) Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawanjenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam salah satu firman-Nya :
              
Artinya : Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (QS. Yaasiin (36) : 36)
Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
 ••                 •       •      
Artinya : Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak...(QS. An Nisaa’ (4) : 1)
Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
"Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam" (HR. Bukhari-Muslim)
Apabila kita amati proses kejadian manusia kedua ini, maka secara tak langsung hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.
c) Proses Kejadian Manusia Ketiga (semua keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.
Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :
             •                         
Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik." (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).
Kemudian dalam salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :
"Telah bersabda Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya) dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk menuliskan atau menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal (umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya)." (HR. Bukhari-Muslim)
Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al Qur’an dengan "saripati berasal dari tanah" sebagai substansi dasar kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon (sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).
Para ahli dari barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan : "Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 M itu". Selain iti beliau juga mengatakan, "Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh ebelumnya Al Qur’an telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian (hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya."
Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin) bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim), dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur’an :
                  •                       

Artinya : ...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)... (QS. Az Zumar (39) : 6).





















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
 Dari uraian diatas jelas tampak bahwa pernyataan dalam surat Al Baqarah ayat 2 -3 tersebut diatas benar adanya dalam hal ini dapat dibuktikan secara ilmiah terutama dalam kaitannya dengan asal-usul kejadian manusia. Manusia memang berasal dari benda mati (tanah) namun tidak muncul secara kebetulan seperti yang diungkapkan oleh para ahli evolusi akan tetapi diciptakan oleh Dzat yang maha agung dan mahakuasa Allah SWT.
 Sangat jelas disini bahwa Adam bukanlah berasal dari golongan kera, melainkan telah diciptakan sangat sempurna berbentuk manusia seperti sekarang ini. Perubahan yang terjadi pada manusia (evolusi) hanya terbatas pada variasi genetic seperti warna kulit, bentuk rambut dan sebagainya. Perubahan dari kera menjadi manusia sungguh merupakan hal yang tidak bisa dipahami secara nalar bagi orang yang mau berpikir.

3.2 Saran
 Pemahaman bahwa manusia berasal dari bangsa kera sungguh sangat menyesatkan. Penjelasan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT harus di lakukan untuk menghindari ummat dari kesesatan.











DAFTAR PUSTAKA

Al Qur’an dan terjemahannya pada program Al Qur’an Digital.
Bucaille, M. (1994). Asal-Usul Manusia, Menurut Bibel, Al-Qur’an and Sains. Jakarta: Penerbit Mizan
Kusumo, F.A. (2008). Asal-Usul Manusia. Surabaya. EGC.
Matdawam, M.N. (2008). Manusia, Agama, dan Kebatinan. http://www.f-adikusumo.staff.ugm.ac.id/artikel/manusia1.html
Yahya, H. (2002). Penciptaan Manusia. Jakarta : Global Cipta Publishing.



Tidak ada entri.
Tidak ada entri.